Uncategorized

10th World Water Forum 2024, Arena Indonesia Jadi Guru Bagi Negara Lain

Menteri Profesi Lazim dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengklaim arena Forum Air Dunia kesepuluh atau 10th World Water Forum 2024 di Bali akan berbeda dari perhelatan serupa sebelumnya.

Salah satu pembedanya, World Water Forum untuk pertama kalinya akan menggelar konferensi tingkat tinggi (KTT) antar kepala negara peserta. Berdasarkan Basuki, itu jadi wujud kemenangan diplomatik bagi Indonesia.

Kecuali itu, Basuki Hadimuljono menyebut Indonesia akan menjalin nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan sejumlah negara, salah satunya untuk kesepakatan penerimaan hibah.

Salah satunya pengesahan hibah berupa instalasi pengolahan air (IPA) untuk Ibu Kota Nusantara (IKN) dari Korea Selatan. Basuki menjelaskan, IPA berkapasitas 300 liter per detik berasal dari Bendungan Sepaku Semoi yang sudah penuh terisi air.

Proyek yang sudah kita bicarakan spaceman slot lama satu hari setelah hari ini berharap dikonkretkan menjadi MoU untuk memberikan IPA di IKN, bersama Korea,\\” imbuh dia.

Tidak hanya itu, Indonesia juga rencananya akan mengerjakan kesepakatan dengan Finlandia untuk proyek manajemen pengelolaan air piawai (smart water management).

Tidak hanya hibah, kata Basuki, Indonesia malah bakal mendonasikan ilmunya berkaitan pengelolaan air terhadap negara lain. Semisal dengan Tunisia, sebuah negara di utara Afrika yang jarang kecipratan air hujan walaupun sering berawan.

\\”Yang penting juga ada Tunisia ke sini berharap belajar teknologi modifikasi cuaca. Di sana banyak awan tapi enggak turun hujan. Waktu saya ke sana (saya bilang), oh, ada teknologi modifikasi cuaca. Mereka ke sini akan belajar dengan BMKG,\\” tuturnya.

Bendungan Sepaku Semoi Suplai Air Baku 2 Juta Penduduk IKN Nusantara di 2035

Sebelumnya, pemerintah tengah membangun infrastruktur dasar untuk proyek Ibu Kota Negara Nusantara, atau IKN Nusantara. Salah satunya Bendungan Sepaku Semoi yang diproyeksikan bakal menyuplai kebutuhan air baku bagi penduduk IKN Nusantara hingga 5.000 liter per detik.

Ketua Satgas Proses Pembangunan Infrastruktur IKN, Danis Hidayat Sumadilaga, mengatakan suplai air baku itu untuk memenuhi kehidupan penduduk setempat, yang pada 2035 diproyeksikan dapat mencapai 2 juta orang.

\\”Dari sungai sama bendungan kapasitas airnya 5.000 liter per detik, (untuk) sekitar 2 jutaan, atau 1,9 juta (penduduk IKN Nusantara),\\” ujar Danis saat ditemui di proyek Bendungan Sepaku Semoi, Kalimantan Timur, Jumat (13/1/2023).

Secara agenda, pemenuhan kebutuhan air baku nantinya bukan hanya untuk kawasan Wilayah Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) saja. Melainkan juga untuk semua kawasan IKN Nusantara dengan total luas lahan 256 ribu ha.

Sesudah 2035, Danis melanjutkan, akan dibangun lagi bendungan di sisi utara, yaitu Bendungan Batu Lepek di kawasan Kabupaten Kutai Kartanegara, dengan kapasitas suplai air baku 4.300 liter per detik.

\\”Jadi, sasaran 2035-2045 tersedia air 9.300 liter air per detik untuk memenuhi jumlah populasi yang akan ada di daerah ibu kota hingga 2045,\\” terang Danis.

Anda mungkin juga suka...