Bisnis konser
Berita Bisnis

Bisnis konser musik kembali bangkit di Tanah Air

Penurunan masalah COVID-19 seakan jadi momentum kembalinya kesibukan perjalanan maupun kesibukan manusia yang sempat tertahan sepanjang pandemi nyaris 3 th. lamanya.

Salah satu usaha yang dipastikan mulai menggeliat lagi karena pelonggaran selanjutnya adalah industri hiburan seperti permainan dari slot garansi kekalahan terbaru, lebih-lebih musik maupun seni dan budaya, yang sempat tiarap karena pandemi.

Indonesia pun tercatat lagi jadi destinasi artis-artis mancanegara yang ingin menemui para fans atau sekadar temu kangen dan nostalgia bersama dengan menggelar konser.

Dalam kala dekat, Hammersonic Festival dipastikan digelar terhadap 18-19 Maret mendatang di Carnaval Ancol, Jakarta sesudah beberapa kali ditunda akibat pandemi COVID-19.

Festival musik cadas terbesar di kawasan Asia Tenggara yang bakal diikuti oleh band terkemuka seperti Slipknot, Trivium, Watain, Saosin ini mestinya diadakan terhadap 2020.

Sebelumnya, kelompok musik mancanegara lainnya mulai dari band rock legendaris Deep Purple, boyband Westlife, band indie folk-pop King of Convenience dan yang paling baru idol kelompok Blackpink baru-baru ini manggung di Tanah Air.

Tidak cuma itu, para artis domestik termasuk ikutan menggunakan momentum ini seperti yang dijalankan band legendaris Dewa, Sheila on 7, serta solois Raisa yang sudah menarik minat puluhan ribu fans beberapa kala lalu.

Konser musik seolah-olah jadi gaya hidup baru yang tidak terpisahkan di dalam penduduk kala ini. Hasrat untuk bersua idola sudah jadi hobi baru dan jalur untuk mengusir penat dari formalitas sehari-hari.

Uniknya, nyaris semua konser selanjutnya laris manis. Bahkan tiket pre-sale dari band-band selanjutnya mampu bersama dengan ringan terpesan secara online dalam hitungan menit.

Fenomena selanjutnya makin menegaskan teori bahwa sepanjang ini perekonomian Indonesia terselamatkan oleh tingkah laku konsumtif masyarakatnya. Selama tetap mampu berbelanja, maka ketahanan ekonomi mampu terus berjalan.

Padahal tersedia beberapa konser yang sesungguhnya tiketnya memadai mahal bagi kelas menengah sekalipun seperti tiket konser Blackpink yang berkisar Rp1,35 juta sampai Rp3,8 juta,  namun tiket untuk festival Hammersonic sepanjang dua hari termasuk pajak raih Rp2,65 juta.

Kemudahan izin

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno menyakini gelaran konser musik yang mendatangkan musikus dari mancanegara serta artis lokal beri tambahan efek besar untuk pariwisata di Indonesia.

Menurut Sandiaga, pasar untuk konser musik di Indonesia berkembang dan kelas menengah terus bertumbuh agar menjadikan Indonesia sebagai daerah yang menarik untuk konser-konser besar serta menunjang pergerakan wisatawan mancanegara dan wisatawan nusantara.

Beberapa event penting olahraga seperti Piala Dunia U20 dan MotoGP, termasuk kesibukan musik yang mengundang artis mancanegara, termasuk diproyeksikan siap mengundang ribuan tamu dari luar negeri th. ini. Dampaknya pun mampu menciptakan lapangan kerja termasuk multiplier effect ke sektor lainnya.

Tumbuhnya kelas menengah jadi kata kunci karena merupakan kesempatan yang harus dimanfaatkan, mengingat pembatasan kesibukan sudah ditiadakan. Masalah finansial seolah-olah bukan halangan besar karena penduduk sudah condong jenuh melakukan kesibukan secara terbatas.

Oleh karena itu, pemerintah memiliki rencana untuk beri tambahan kemudahan perizinan bagi semua kesibukan di sektor ekonomi kreatif seperti musik, film, seni budaya, sampai olahraga.

Kondisi perekonomian yang diperkirakan makin membaik jadi pemicu dari lahirnya kebijakan ini. Kemudahan dikehendaki memperkuat keadaan di dalam negeri yang kala ini sudah kondusif agar mampu jadi obat penguat dari keadaan ekonomi world 2023 yang disebut-sebut belum bakal pulih.

Dengan ada kebijakan yang sedang dirumuskan ini, maka nantinya terkandung perizinan acara yang terstandarisasi dan terdigitalisasi untuk memudahkan lebih dari 30.000 acara berskala menengah-besar yang berpotensi untuk menciptakan pergerakan ekonomi lebih kurang Rp170 triliun terhadap 2023.

Pemerintah menargetkan izin selanjutnya mampu didapatkan pihak penyelenggara acara besar tingkat internasional setidaknya 6 bulan sebelum acara untuk izin komitmen dan 3 bulan pada mulanya untuk untuk izin teknis.

Sementara itu, izin final paling lambat diterbitkan 45 hari sebelum acara. Kebijakan 45 hari itu merupakan titik temu yang dihasilkan, berdasarkan banyak variasi masukan dari beragam pihak penyelenggara acara. Salah satu alasannya agar tersedia jeda kala untuk penjualan tiket.

Level perizinan ini termasuk bakal diintegrasikan mulai dari pusat sampai ke daerah dan lintas kementerian/lembaga termasuk termasuk dari Polri.

Pemerintah menginginkan melalui regulasi selanjutnya tercipta sistem perizinan yang kondusif dan inklusif agar penyelenggara acara, lebih-lebih kesibukan berskala internasional, mampu memiliki kepastian perizinan dimulai dari izin prinsip.

Transfer ilmu

Bisnis hiburan yang sedang naik daun ini menggiurkan. Meski belum tersedia angka pasti,  jumlahnya mampu raih ratusan juta sampai puluhan miliar rupiah. Selain itu, penyelenggaraan konser termasuk beri tambahan efek positif lainnya kepada sektor usaha lain seperti agen tiket online, paket wisata maupun daerah hiburan, lebih-lebih kuliner setempat.

Tidak mengherankan jikalau promotor berani menyewa Stadion Utama Gelora Bung Karno untuk konser Blackpink sampai belasan hari. Konon cost penyewaan arena bersejarah itu raih kisaran Rp10 miliar, belum termasuk panggung, lightning, kamera, dan sebagainya.

Meski demikian, promotor tidak cuma berkata soal keuntungan dan perolehan finansial semata. Banyak promotor yang menganggap mendatangkan artis internasional sebagai usaha transfer pengetahuan agar usaha hiburan makin tumbuh dan berkembang kedepannya.

Menanggapi perihal tersebut, Ketua Asosiasi Promotor Musik Indonesia Dino Hamid menilai kehadiran festival atau konser musik yang menampilkan musisi internasional beri tambahan efek positif, tidak benar satunya soal transisi literasi pengetahuan industri musik.

Menurut dia, banyak sekali pengetahuan dari artis internasional yang mampu dicuri seperti strategi, rencana show, branding, komunikasi, maupun campaign yang mampu digarap secara betul-betul agar promotor lokal mampu membuahkan nilai yang mampu diapresiasi serta melakukan inisiatif baru.

Ia pun menghargai kehadiran para artis mancanegara selanjutnya karena mampu turut menyemarakkan keadaan yang lesu akibat pandemi, meski usaha untuk mengutamakan musisi lokal termasuk harus dijalankan mengingat artis di dalam negeri mampu menunjang perputaran industri musik Tanah Air.

Namun, momentum dari bangkitnya lagi usaha hiburan termasuk harus diikuti bersama dengan membaiknya fasilitas servis kepada para penonton agar kenyamanan di dalam lihat pertunjukan tidak tergadaikan oleh hal-hal sepele nan menjengkelkan.

Berbagai keluhan yang muncul di tempat sosial, seperti ketidaksigapan panitia, akses masuk dan muncul yang terbatas, lokasi daerah duduk yang tidak nyaman, serta ketidakjelasan tiket harus dibenahi. Karena, masalah kecil tanpa ada penindakan bakal makin besar dan berbuntut panjang. Dampaknya, mampu mengganggu kepercayaan terhadap industri secara keseluruhan.

Anda mungkin juga suka...