Uncategorized

Bos Bank Syariah Indonesia Beli 167 Ribu Saham BRIS

Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) Hery Gunardi belanja saham BRIS terhadap 21 Februari 2024.

Mengutip keterbukaan Info ke Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Rabu (6/3/2024), Hery Gurnadi beli saham BRIS sebanyak 167.000 lembar bersama harga Rp 2.400 per saham. Dengan demikian, nilai pembelian saham itu kurang lebih Rp 400,80 juta. “Tujuan dari transaksi investasi bersama standing kepemilikan langsung,” tulis Hery.

Setelah pembelian saham, Hery Gunardi punya 2.377.600 saham atau 0,00515 persen dari pada mulanya 2.210.600 saham atau 0,00479 persen.

Berdasarkan data RTI, saham BRIS turun judi bola 0,41 persen ke posisi Rp 2.420 per saham terhadap sesi pertama perdagangan, Rabu, 6 Maret 2024. Saham BRIS berada di level tertinggi Rp 2.440 dan terendah Rp 2.400 per saham. Total frekuensi perdagangan 3.974 kali bersama volume perdagangan 95.329 saham. Nilai transaksi Rp 23 miliar.

Bos Bank Syariah Indonesia Ramai-Ramai Tambah Kepemilikan Saham BRIS
Sebelumnya diberitakan, Direksi dan Komisaris PT Bank Syariah Indonesia (BRIS) tingkatkan porsi kepemilikan saham dalam rangka pemenuhan POJK 59/POJK.03/2017.

Adapun POJK yang dimaksud mengenai Penerapan Tata Kelola Dalam Pemberian Remunerasi Bagi Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah, di mana terhadap saham-saham selanjutnya ditangguhkan atau diblokir sepanjang tiga tahun dan dapat diakses blokirnya secara bertahap tiap-tiap tahun.

Mengutip keterbukaan informasi, Senin, 21 Agustus 2023, Direktur BSI Ade Cahyo Nugroho belanja 863.200 saham BRIS bersama harga Rp 1.673,9 terhadap 9 Agustus 2023 supaya kepemilikan sahamnya menjadi 1.726.600 saham.

Sementara itu, Direktur BSI Tribuana Tunggadewi belanja 863.200 saham BRIS bersama harga Rp 1.673,9 terhadap 9 Agustus 2023 supaya kepemilikan sahamnya menjadi 1.726.600.

Direktur BSI Anton Sukarna belanja 863.200 saham BRIS bersama harga Rp 1.673,9 terhadap 9 Agustus 2023 supaya kepemilikan sahamnya menjadi 1.726.600.

Direktur BSI Moh Adib belanja 517.900 saham BRIS bersama harga Rp 1.673,9 terhadap 9 Agustus 2023 supaya kepemilikan sahamnya menjadi 527.400.

Pembelian Saham BRIS

Tak hanya itu, Direktur Bank Syariah Indonesia Zaidan Novari belanja 517.900 saham BRIS bersama harga Rp 1.673,9 terhadap 9 Agustus 2023 supaya kepemilikan sahamnya menjadi 517.900.

Direktur BSI Ngatari belanja 883.500 saham BRIS bersama harga Rp 1.673,9 terhadap 9 Agustus 2023 supaya kepemilikan sahamnya menjadi 18.621.200.

Selanjutnya, Direktur BSI Bob Tyasika Ananta belanja 548.400 saham BRIS bersama harga Rp 1.673,9 terhadap 9 Agustus 2023 supaya kepemilikan sahamnya menjadi 548.800.

Kemudian, Direktur Utama Bank Syariah Indonesia (BSI) Hery Gunardi belanja 1.194.800 saham BRIS bersama harga Rp 1.673,9 terhadap 9 Agustus 2023 supaya kepemilikan sahamnya menjadi 2.210.600.

Bank Syariah Indonesia Kantongi Laba Rp 5,7 Triliun terhadap 2023

Sebelumnya diberitakan, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) sukses membukukan kinerja solid untuk tahun buku yang berakhir terhadap 31 Desember 2023.

Pada periode tersebut, Bank Syariah Indonesia membukukan laba bersih Rp 5,7 triliun. Laba ini naik 34 persen secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan laba tahun sebelumnya.

Dari sisi aset, BSI mengalami perkembangan sebesar 15,67 persen secara year on year menjadi Rp 354 triliun. Pembiayaan tumbuh sebesar 15,70 persen menjadi sebesar Rp 240 triliun terhadap 2023. Adapun dana pihak ketiga (DPK) tumbuh sebesar 12,35 persen menjadi Rp 294 triliun terhadap 2023.

Jadi perkembangan baik aset pembiayaan maupun dana pihak ketiga itu tumbuhnya double digit,” kata Direktur Utama BSI, Hery Gunardi dalam paparan kinerja BSI, Kamis (1/2/2024).

Bersamaan bersama itu, CASA tumbuh sebesar 10,51 persen secara tahunan menjadi Rp 178 triliun. Pendapatan margin dan bagi hasil di BSI juga mengalami perkembangan sebesar tidak cukup lebih 13,04 persen menjadi sebesar Rp 22,2 triliun.

Selain itu, fee base income juga mengalami perkembangan lebih dari 12 persen tepatnya adalah sebesar 12,08 persen capai sebesar Rp 4,2 triliun.

“Pertumbuhan yang bagus ini perlu kita syukuri bahwa memang upside ataupun white space untuk perkembangan perbankan syariah di Indonesia itu masih terlalu luas. Mudah-mudahan ini dapat konsisten berlanjut ya positif di kuartal pertama tahun 2024 ini,” imbuh Hery.

Direktur Keuangan & Strategi BSI, Ade Cahyo Nugroho menjelaskan, dari sisi rasio-rasio profitabilitas terhadap 2023 juga mencatat angka yang mengesankan. Misalkan dari rasio profitability baik return on asset (ROA) maupun return on equity (ROE) mengalami berkelanjutan mengalami perbaikan.

Anda mungkin juga suka...