AS Tahan Suku Bunga Tinggi
Berita Ekonomi

Bos OJK: Aneh, AS Tahan Suku Bunga Tinggi tapi Ekonomi Tidak Turun

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menangkap anomali dari keadaan perekonomian di Amerika Serikat.

Pasalnya ekonomi negara berikut tidak turun, meskipun masih mempertahankan suku bunga tinggi untuk kala yang terbilang lama. Selain itu, kami juga akan membahas tentang permainan judi online di situs baznassarolangun.org/spaceman-slot/

“Ini sebenarnya anehnya Amerika telah naik suku bunga beberapa kali, namun tidak drop [ekonominya], bahkan masih resilient,” kata Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Mirza Adityaswara.

Sementara itu, sepanjang 2023, ekonomi Negeri Paman Sam tercatat tumbuh 2,5%, melampaui perkembangan sebesar 1,9% terhadap 2022. Belanja konsumen, yang menyumbang kira-kira 70% kegiatan ekonomi AS, tumbuh bersama kecepatan tahunan sebesar 3% dari Oktober sampai Desember th. lalu.

Kendati PDB kuartal IV-2023 final berpotensi lebih rendah dibandingkan kuartal III-2023, namun angka 3,2-3,3% terbilang masih memadai tinggi mengingat sepanjang paruh kedua 2022 sampai paruh pertama 2023, PDB AS tergolong di bawah 3%.

Baca juga:

Bandara Internasional Dipangkas, Begini Untung-Ruginya Bagi RI

Unilever Akan Pecat 7.500 Karyawan Demi Bisnis Es Krim

PDB AS yang memadai tinggi ini perlihatkan perekonomian AS masih memadai kuat supaya inflasi AS masih terlihat berada di level yang memadai tinggi.

Berbeda, perkembangan ekonomi Indonesia melambat. Sepanjang 2023 PDB negara ini sanggup tumbuh positif sebesar 5,05% yoy, lebih rendah dibandingkan kuartal sebelumnya dan juga th. 2022.

Dari laporan Badan Pusat Statistik (BPS) hampir semua komponen pengeluaran mengalami perkembangan positif. Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau investasi tumbuh 5,02% didorong oleh perkembangan semua sektor.

Wow! Utang AS Melesat Rp 15.701 Triliun Hanya Dalam Waktu 100 Hari

Beban pinjaman pemerintah Amerika Serikat (AS) mengalami peningkatan secara berarti dalam beberapa bulan terakhir ini. Tercatat, pinjaman Negeri Paman Sam berikut naik US$ 1 triliun atau Rp 15.701 triliun cuma dalam kala 100 hari.

Berdasarkan information terakhir Kementerian Keuangan Amerika Serikat (AS), sampai 4 Januari 2024 jumlah keseluruhan pinjaman publik pemerintah AS untuk pertama kalinya tembus US$ 34 triliun.

Jumlah pinjaman yang mengagumkan berikut dicapai cuma dalam kala 3 bulan tepatnya terhadap September 2023, sehabis pinjaman AS capai US$ 33 triliun. Sementara terhadap Juni 2023 pinjaman AS masih di level US$ 32 triliun.

Sebelumnya, kenaikan US$ 1 triliun dari US$ 31 triliun butuh kala kira-kira delapan bulan. Adapun, pinjaman AS yang merupakan jumlah uang yang dipinjam pemerintah federal untuk menutupi biaya operasional kini capai US$ 34,4 miliar, terhadap Rabu (28/2/2024) kala setempat.

Beban pinjaman pemerintah Amerika Serikat (AS) mengalami peningkatan secara berarti dalam beberapa bulan terakhir ini. Tercatat, pinjaman Negeri Paman Sam berikut naik US$ 1 triliun atau Rp 15.701 triliun cuma dalam kala 100 hari.

Berdasarkan information terakhir Kementerian Keuangan Amerika Serikat (AS), sampai 4 Januari 2024 jumlah keseluruhan pinjaman publik pemerintah AS untuk pertama kalinya tembus US$ 34 triliun.

Jumlah pinjaman yang mengagumkan berikut dicapai cuma dalam kala 3 bulan tepatnya terhadap September 2023, sehabis pinjaman AS capai US$ 33 triliun. Sementara terhadap Juni 2023 pinjaman AS masih di level US$ 32 triliun.

Sebelumnya, kenaikan US$ 1 triliun dari US$ 31 triliun butuh kala kira-kira delapan bulan. Adapun, pinjaman AS yang merupakan jumlah uang yang dipinjam pemerintah federal untuk menutupi biaya operasional kini capai US$ 34,4 miliar, terhadap Rabu (28/2/2024) kala setempat.

Anda mungkin juga suka...