Uncategorized

Cara berinvestasi Nabi Muhammad SAW bisa ditiru

Jakarta – Nabi Muhammad SAW adalah orang yang sangat dihormati dalam Islam. Beliau bukan hanya pembawa risalah Islam, tapi juga teladan sempurna bagi umat manusia. Keteladanannya terlihat dari akhlaknya yang baik, kepemimpinannya yang bijaksana dan perannya dalam membangun peradaban Islam.

Sebagai Rasulullah SWT, Nabi Muhammad SAW membawa wahyu Al-Quran dan menyempurnakan agama. Ajaran yang dibawanya slot gacor hari ini membawa perdamaian, keadilan dan kesejahteraan umat manusia. Beliau menghapuskan tradisi kebodohan yang kejam dan kejam.

Selain sebagai pendakwah Islam, Nabi Muhammad SAW juga seorang pengusaha sukses. Ia melakukan bisnis dengan mengelola uang investor. Berinvestasi ala Nabi Muhammad SAW
Dalam buku Bisnis dalam Islam – Panduan Berbisnis dengan Ajaran Nabi Muhammad SAW karya Bagas Bantara, Rasulullah SAW mengajarkan pentingnya berinvestasi dengan bijak.

Dengan memilih berinvestasi secara halal dan menghindari investasi spekulatif. Surat Allah menjalankan bisnisnya dengan menangani ibukota ibu kota. Ini dijelaskan pada pencarian Rasuluah Uyulullah, kepercayaan Nabi Muhammad terhadap kebenaran penulis.

Keahlian berwirausaha Nabi Muhammad SAW sudah terlihat sejak masa kecilnya. Ia dikenal sebagai saudagar yang jujur ​​dan dapat dipercaya, sehingga ia mendapat julukan “al-Amin” yang artinya “yang dapat dipercaya”. Kejujuran dan keterampilan bisnisnya mendorong banyak investor untuk memberinya modal.

Ketika mengumpulkan uang, Nabi Muhammad SAW membagi keuntungan usahanya. Ini disebut mudharabah.

Dikutip dari buku Bisnis, Ekonomi, Asuransi dan Keuangan Syariah karya Abdullah Amrin, mudharabah adalah akad bagi hasil antara investor dan pelaku usaha. Pemilik uang atas nama Shohibul Mall menyerahkan uangnya kepada pengusaha atas nama Mudharib. Kumpulan dana ini dikelola oleh operator dan digunakan untuk memberikan asuransi antar investor jika terjadi kerugian di antara mereka.

Anda mungkin juga suka...