pajak
Berita Ekonomi

Cara Hitung Tarif Efektif PPh 21 untuk Pegawai Tetap dan Tidak Tetap

Pajak jadi kewajiban bagi para mesti pajak (WP) untuk melaporkan surat pemberitahuan (SPT) Tahunan. Simak langkah kalkulasi tarif efektif Pajak penghasilan (PPh) pasal 21 terbaru.

Dalam mekanisme baru lewat Peraturan Pemerintah (PP) No. 58/2023 dan turunannya Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 168/2023, pajak terutang bagi pegawai selamanya dan tidak selamanya nyatanya memiliki skema penghitungan yang berbeda.

Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian agen sbobet terpercaya Keuangan menyampaikan dengan terdapatnya beleid terbaru ini memberi tambahan kemudahan dan kesederhanaan bagi Wajib Pajak untuk menghitung pemotongan PPh Pasal 21 di setiap masa pajak.

“Harapannya, dengan kemudahan ini, sanggup menambah kepatuhan WP didalam melaksanakan kewajiban perpajakannya,” ujar Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat DJP Dwi Astuti dikutip Selasa (9/1/2024).

Secara umum, mekanisme baru ini tidak memberi tambahan dampak pada WP, dikarenakan tidak tersedia tambahan beban pajak baru sehubungan dengan penerapan tarif efektif.

Penerapan tarif efisien bulanan bagi pegawai selamanya cuma digunakan didalam melaksanakan penghitungan PPh Pasal 21 untuk masa pajak tak sekedar Masa Pajak Terakhir (Januari-November). Sedangkan penghitungan PPh Pasal 21 setahun di Masa Pajak Terakhir (Desember) selamanya gunakan tarif Pasal 17 ayat (1) huruf a UU PPh layaknya keputusan pas ini.

Baca juga:

Google Ganti Rugi, Satu Orang Dapat Rp 77 Juta

Ekonomi Gelap Itu Nyata! 2 Negara Besar Ini Ambruk di 2023

Tarif Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 17

Lapisan Kena Pajak/tahun  Tarif Pajak (%)

sampai dengan Rp60 juta  5
>Rp60 juta – Rp250 juta  :15
>Rp250 juta – Rp500 juta : 25
>Rp500 juta – Rp5 miliar :  30
>Rp5 miliar :  35

Cara Hitung Pajak untuk Pegawai Tetap

Wajib pajak yang memiliki pendapatan selamanya setiap bulannya bakal gunakan skema TER bulanan yang diterapkan setiap masa pajak jika pajak paling akhir (Jan-Nov). Sementara untuk masa pajak paling akhir (Desember) gunakan skema lama.

Tarif efisien bulanan sebagaimana dikategorikan berdasarkan besarnya Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) sesuai status perkawinan dan kuantitas tanggungan Wajib Pajak.

Misalnya, Tuan R bekerja pada spaceman slot login perusahaan PT ABC dan memperoleh gaji sebulan Rp10 juta dan juga membayar iuran pensiun sebesar Rp100.000/bulan. Tuan R menikah dan tidak memiliki tanggungan (PTKP K/0).

Perhitungan bulanan dengan Tarif Efektif PPh 21

Januari – November = 2% x Rp10 juta = Rp200.000/bulan

Desember = Rp2.715.000 – (11 x Rp200.000) = Rp515.000

Jadi, pajak yang dibayarkan Tuan R setiap bulannya selama Januari sampai November senilai Rp200.000. Sementara pada Desember, pajak terutang yang mesti dibayar senilai Rp515.000. Cara Hitung Pajak untuk Pegawai Tetap

Untuk pegawai yang memiliki pendapatan tidak tetap, baik itu harian, mingguan maupun bulanan, terkandung keputusan tersendiri.

Pegawai yang memiliki pendapatan harian bakal gunakan TER harian dengan keputusan tarif 0% untuk upah tidak cukup berasal dari Rp450.000/hari dan tarif 0,5% untuk gaji lebih berasal dari Rp450.000 sampai Rp2,5 juta/hari.

Sementara bagi pendapatan lebih berasal dari Rp2,5 juta/hari, perhitungan gunakan tarif pasal 17. Selain itu, pegawai dengan pendapatan tidak selamanya tetapi dibayarkan per bulan, gunakan TER bulanan sesuai kategori PTKP.

Misalnya, Tuan X bekerja di PT IJK pada bulan Juni 2024. Tuan X melaksanakan pekerjaan perakitan bingkai foto selama 10 hari dengan upah sebesar Rp4,5 juta. Artinya, kuantitas pendapatan bruto sehari Tuan X adalah Rp4,5 juta : 10 = Rp450.000.

Untuk itu, penghitungan PPh Pasal 21 gunakan tarif efisien harian adalah 0% atau bebas pajak.

Contoh lainnya, Tuan L bekerja di PT AB pada bulan Februari 2024. Tuan L melaksanakan pekerjaan merakit jam tangan selama 20 hari dan terima pendapatan harian sebesar Rp500.000.

Penghitungan PPh Pasal 21 dengan tarif efisien harian adalah 0,5% x Rp500.000 = Rp2.500. Artinya, tarif pajak yang mesti dibayar Tuan L per harinya adalah Rp2.500.

Sementara untuk pekerja yang memiliki pendapatan per harinya, contoh Rp4 juta, maka gunakan tarif pasal 17 sebagai berikut:

Tarif pasal 17 x 50% x pendapatan bruto

5% x 50% x Rp4 juta = Rp100.000

Anda mungkin juga suka...