Berita Bisnis

Cerita AHY Dua Minggu jadi Menteri ATR, Diberondong Aduan via Ponsel dan Medsos soal Mafia Tanah hingga..

Menteri Agraria dan Tata area sekaligus Kepala slot gacor 777 Badan Pertanahan Nasional (ATR / BPN) Agus Harimurti Yudhoyono dengan kata lain AHY menceritakan pengalamannya sepanjang dua minggu pertamanya jadi menteri. Sebelumnya, Jokowi melantik AHY sebagai Menteri ATR/BPN terhadap 21 Februari 2024.

AHY mengaku mendapat ribuan pesan ke ponselnya, juga direct message atau pesan segera di sarana sosial. Isinya, kata AHY, keluhan-keluhan soal mafia tanah.

“Inti pesannya, ‘Pak AHY, Pak Menteri, mohon bisa diberantas mafia tanah. Hidup kita jadi sengsara. Kami dizalimi’ dan macam-macam lagi,” tutur AHY di dalam rapat kerja nasional (rakernas) Kementerian ATR/BPN yang disiarkan segera lewat YouTube Kementerian ATR BPN terhadap Kamis, 7 Maret 2024.

AHY kemudian menindaklanjuti pengaduan itu bersama menyambangi Kapolri dan Jaksa Agung terhadap Senin, 4 Maret lalu. Ia dambakan memperkuat sinergi dan kolaborasi bersama penegak hukum untuk memberantas mafia tanah. Ia juga menginstruksikan para jajarannya di Kementerian ATR/BPN untuk melaksanakan hal serupa.

“Gebuk, gebuk, gebuk mafia tanah. Siap semua?” ucap AHY. Pertanyaan itu kemudian dijawab “siap” oleh para pegawai Kementerian ATR/BPN, juga perwailan kantor wilayah atau kantor petanahan tempat yang datang di dalam rakernas.

Ketua Umum Partai Demokrat itu mengatakan, terhadap 2023, Kementerian ATR/BPN bersama aparat penegak hukum berhasil memberantas mafia tanah dan menyelamatkan potensi kerugian negara lebih berasal dari Rp 13 triliun. Menurutnya, pencapaian di era Menteri ATR/BPN Hadi Tjahjanto selanjutnya terbilang luar biasa.

“Saya berkomitmen melanjutkan lebih-lebih meningkatkannya lagi,” tutur putra sulung mantan presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini.

Lebih lanjut, AHY mengatakan pemberantasan mafia tanah butuh komitmen bersama. Ia pun menginstruksikan Inspektorat Jenderal Kementerian ATR/BPN untuk melaksanakan memperketat pengawasan terhadap para pegawainya. Ia tidak dambakan tersedia pegawai ATR/BPN yang terlibat di dalam kejahatan mafia tanah. Ia mengatakan, langkah preventif lebih baik ketimbang langkah represif.

“Tapi aku juga tidak dapat melepas kepala kantor (BPN) masuk penjara akibat mafia tanah, padahal pejabat itu bekerja sesuai keputusan yang berlaku,” tutur AHY. “Saya dapat bela dan fight, tegakkan kebenaran dan keadilan asalkan semua ikuti keputusan yang baik.”

Anda mungkin juga suka...