Faisal Basri
Berita Ekonomi

Faisal Basri: Utang Pemerintah Bisa Rp16.000 Triliun Jika Prabowo jadi Presiden RI

Ekonom Senior Institute for Development of Economics plus Finance (Indef) Faisal Basri mengungkapkan posisi utang pemerintah Indonesia berpotensi tembus Rp16.000 triliun jika Prabowo Subianto memenangkan Pilpres 2024 dan terpilih sebagai Presiden RI dan terkenal sering bermain di situs slot server thailand

Faisal melihat potensi tersebut akibat rezim pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang usaha, namun banyak keinginan. Beberapa megaproyek yang menggunakan anggaran jumbo antara lain pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) hingga light rail transit (LRT).

Menurutnya, Jokowi mengandalkan pinjaman untuk membangun infrastruktur dan IKN. Dia lebih-lebih menilai aksi ugal-ugalan tersebut dapat menyengsarakan Generasi Z yang hidup di masa mendatang karena wajib menjamin beban pinjaman triliunan rupiah.

Setidaknya di dalam dua periode pemerintahan Jokowi, pinjaman pemerintah jadi tambah hampir Rp6.000 triliun. Pada akhir kepemimpinannya, presiden ke-8 tersebut diprediksi akan mewariskan pinjaman lebih dari Rp8.000 triliun untuk Presiden selanjutnya.

Di sisi lain, Prabowo Subianto dengan Gibran Rakabuming Raka secara tegas menggaungkan janji politiknya untuk melanjutkan rezim Jokowi.

“Teman-teman dapat bayangkan nggak kebijakan Jokowi dilanjutkan Prabowo dan Gibran, dapat Rp16 kuadriliun [Rp16.000 triliun] 5 th. ini karena nggak rela kerja keras kan, yang bayar bukan mereka, karena [jatuh tempo] pinjaman 30, 20, 10 tahun, anak anak kami yang bayar,” ungkapnya di dalam Political Economic Outlook 2024 yang diselenggarakan oleh Progresif Indonesia, dikutip Kamis (18/1/2024).

Faisal lebih lanjut menyebutkan Jokowi tidak bekerja keras dan mengambil alih jalan pintas dengan mengeruk sumber energi alam.

Sebagai contoh, Faisal menyebutkan batu bara yang dikuras habis-habisan, dan cadangan nikel 21 juta ton yang diperkirakan akan habis di dalam 6-11 th. mendatang.

Dengan demikian, andaikata cadangan tersebut habis, Indonesia rela tidak rela mengandalkan impor untuk baterai kendaraan listrik.

“Mereka itu akan membabat apa yang dapat dibabat, Prabowo memiliki 340.000 hektare,” singgung Faisal.

Posisi Utang Pemerintah 2023

Mengacu buku APBN Kita 2023, posisi pinjaman pemerintah per 31 Desember 2023 berada di angka Rp8.144,69 triliun dengan rasio pinjaman sebesar 38,59% terhadap produk domestik bruto (PDB). Utang pemerintah terdiri dari 88,16% Surat Berharga Negara (SBN) dan sisanya berupa pinjaman baik dari di dalam dan luar negeri.

Membandingkan dengan posisi pinjaman pemerintah terhadap akhir masa kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono per 204 di angka Rp2.609 triliun. Artinya, merasa 2015 hingga akhir 2023 terjadi penambahan pinjaman senilai Rp5.505,69 triliun.

Meski demikian terjadi kenaikan, kementerian Keuangan mencatat nilai rasio pinjaman akhir 2023 lebih rendah dibandingkan akhir th. 2022 (39,70% PDB) dan terhadap puncak pandemi Covid-19 di akhir 2021 (40,74% PDB).

Anda mungkin juga suka...