Google
Berita Bisnis

Google Ganti Rugi, Satu Orang Dapat Rp 77 Juta

Kejadian tak biasa menimpa raksasa teknologi Google. Baru-baru ini, perusahaan itu diharuskan membayar denda setidaknya US$5 miliar (Rp 77 triliun) dikarenakan kasus pelacakan pengguna selagi pakai aplikasi browser.

Sebelumnya penggugat menuding bahwa analitik cookie dan aplikasi Google mencari mereka selagi pakai browser. Padahal para pengguna sudah menyetel ke mode Incognito untuk Chrome dan browser lain dengan mode Private.

Tindakan itu memicu Google tahu lebih dari satu daftar sbobet informasi soal pengguna. Mulai berasal dari teman, hobi, makanan favorit, rutinitas belanja dan hal lain secara online.

Baca juga:

Ekonomi Gelap Itu Nyata! 2 Negara Besar Ini Ambruk di 2023

Rupiah Menguat, Posisi Investasi Internasional RI Bakal Terjaga?

Tuntutan itu diajukan terhadap 2020 lalu. Dengan periode penggunaan platform sejak 1 Juni 2016.

Saat itu pihak penggugat berharap ganti rugi senilai US$5.000 (sekitar Rp 77 juta) per pengguna. Kasusnya digelar di Pengadilan Distrik Amerika Serikat (AS), Distrik Utara California.

Hakim Yvonne Gonzales Rogers sempat menolak permintaan Google membantah gugatan tersebut. Menurutnya tetap jadi pertanyaan apakah perusahaan memicu perjanjian mengikat secara hukum untuk tidak menyatukan information sepanjang browsing dengan mode private.

Dia terhitung mengutip kebijakan privasi dan pernyataan berasal dari Google selagi persidangan. Yakni perihal batasan informasi apa yang mampu dikumpulkan.

Laporan terbaru menyatakan pengacara ke-2 belah pihak menyetujui terdapatnya lembar kriteria lewat mediasi. Reuters mencatat tidak diungkapkan kriteria penyelesaian itu, dikutip Sabtu (6/1/2024).

Penyelesaian resmi kemungkinan akan diberikan terhadap pengadilan untuk mendapatkan persetujuan. Diperkirakan ini dijalankan terhadap 24 Februari 2024.

Rogers terhitung menunda sidang gugatan yang dijadwalkan 5 Februari 2024 sehabis terdapatnya penyelesaian tersebut.

Anda mungkin juga suka...