Investasi Swasta di IKN
Berita Investasi

Investasi Swasta di IKN Terus Mengalir, 8 Bidang Ini Jadi Incaran

Otorita Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara mengklaim bahwa banyak entitas swasta yang tertarik untuk berinvestasi di IKN. Ini terbukti bersama tetap masuknya Letter of Interest.

Kepala Otoritas IKN (OIKN) Bambang Susantono mengatakan, pihaknya udah menerima 369 letter of interest (LoI) hingga sementara ini.

“Setelah ground breaking pertama itu menunjukkan, rekan swasta lumayan banyak minatnya. Kami tetap sanggup letter of interest, leter of intent, ada 369 tepatnya,” ungkap Bambang sementara Rapat Dengar Pendapat (RDP).

Bambang pun mengatakan, pihaknya akan tetap lakukan sosialisasi supaya sanggup menggaet lebih banyak investasi dari pihak swasta.

“Kami akan gandeng mereka yang udah investasi. Misalnya, PWON yang udah bangun hotel dan mall, itu untuk mereka menjadi memasarkan. Sehingga ada confidence oleh pasar untuk menjadi investasi,” kata dia.

Sebelumnya, Dalam konferensi pers pertumbuhan paling baru poyek IKN di Jakarta, hari ini Selasa (30/1/2024), Bambang menjabarkan, secara total proyek IKN udah menyerap investasi sebanyak Rp47,51 triliun. Di mana, Rp35,9 triliun diantaranya adalah investasi yang dilaksanakan oleh swasta.

Baca juga:

Apakah Narasi Ekonomi Terbesar Masih Relevan?

Harga Sawit Riau Meroket, Dekati Rp3.000 per Kg

Investasi itu tersebar ke dalam 8 bidang proyek, yaitu:

– hotel (6 investor swasta)

– hunian (5 investor swasta)

– ritel dan logistik (8 investor swasta & BUMN)

– perkantoran (7 investor swasta & BUMN)

– pendidikan (2 investor swasta)

– kesehatan (3 investor swasta)

– kekuatan dan transportasi (2 investor & BUMN)

– tempat hijau (2 investor swasta)

Berikut daftar investor IKN yang udah groundbreaking:

Tahap I

1. Konsorsium Nusantara – Adaro, Sinar Mas, Pulau Intan, Astra, Mulia Group, Barito Pacific, Kawan Lama, Alfamart, Agung Sedayu Group, dan Salim Group: mixed use

2. RS Abdi Waluyo: tempat tinggal sakit

3. PSSI dan FIFA: pelatihan sepak bola internasional

4. Vasanta Group: hotel.

Tahap II

1. RS Hermina: tempat tinggal sakit

2. Pakuwon Group: mixed use

3. JIS: sekolah internasional

4. Mayapada Hospital: tempat tinggal sakit

5. Astra International – Yayasan Pendidikan Astra: revitalisasi sekolah negeri

6. Kemenhub: bandara VVIP

7. BPJS Ketenagakerjaan: kantor pusat

8. Bank Indonesia

9. PLN: PLTS 50 MW

Tahap III

1. AQUA: miniatur hutan tropis

2. KLHK-Kementerian PUPR: penghijauan & rehabilitasi

3. Kemenkes: tempat tinggal sakit

4. The Pakubuwono: mixed use

5. PT Wulandari Bangun Laksana: mixed use

6. Balikpapan Superblock: mixed use

7. BSH: mixed use

8. Bluebird: fasilitas transportasi hijau

9. Kantor Polres Khusus IKN

10. Kantor Komando Distrik Militer

Tahap IV

1. PT Wulandari Bangun Laksana: pergudangan (logistik)

2. SUN Hub: pergudangan

3. Jambuluwuk Group: hotel

4. RRI: studio siaran

5. Katadata Green & BenihBaik.com: Green Pesantren

6. Pos Indonesia: Logistics Hub

7. Kementerian PUPR & OIKN: Kantor Otoritas IKN dan Balaikota

8. LSP: Kantor Pusat LPS

9. Kementerian PUPR: Masjid Negara, Beranda Nusantara, Memorial Park.

Disebutkan, 71,47% dari proyek pembangunan IKN tahap I udah selesai. Di dalamnya juga Istana Kepresidenan (54,07%), Sumbu Kebangsaan fase I (96.41%), dan Bandungan Sepaku Semoi (100%).

“Tahap I itu kontrak yang udah diawali sebelum th. 2023, sebelum kita beroperasi,” kata Bambang.

“Dari 252.000 hektare luas IKN, yang dibangun hanya 25%. Sebanyak 60% akan jadi tempat hutan kembali. Gerakan-gerakan hijau udah dimulai,” pungkasnya.

Anda mungkin juga suka...