Uncategorized

Pedagang Jual Beras Bulog di Atas HET, Siap-Siap Masuk Blacklist

Perum Bulog Subdivre Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, menerapkan sanksi “blacklist” atau daftar hitam bagi pedagang mitra binaan yang menjajakan beras Bulog di atas harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah area itu.

Ia menyatakan dalam memelihara stabilitas harga beras, Bulog Subdivre Bangka menyalurkan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) kepada 100 gerai binaan di lima kabupaten/kota Pulau Bangka yaitu Kabupaten Bangka, Bangka Tengah, Bangka Barat, Bangka Selatan, dan Kota Pangkalpinang.

Rata-rata beras yang disalurkan ke mahjong slot outlet binaan dan pasar modern kira-kira 250 ton per bulan untuk memenuhi permintaan beras penduduk yang tinggi,” ujarnya.

Beras SPHP
Menurut dia fenomena waktu ini adalah antusiasme penduduk terhadap beras SPHP terlalu tinggi, sehingga beras SPHP cepat habis.

“Apabila pembelian tidak dibatasi, beras SPHP di mitra bisa habis dalam waktu satu hari, sehingga kita terpaksa menghalangi pembelian beras SPHP ini sehingga ketersediaan beras ini selamanya terjaga,” katanya.

Ia mengakui penyalur SPHP sebetulnya terbatas melalui mitra dan outlet binaan, sehingga berpotensi ada pedagang nakal menjajakan beras Bulog ini di atas HET yang ditetapkan untuk melacak keuntungan besar waktu harga beras naik. “Kami menghendaki penduduk melaporkan seumpama ada mitra atau outlet binaan yang menjajakan beras SPHP ini di atas HET, dikarenakan ini akan merugikan pemerintah,” katanya.

Kabar Gembira, Harga Beras Mulai Turun Rp 200 per Kg Berkat Panen Raya

Sebelumnya, Direktur Supply Chain dan Pelayanan Publik Perum Bulog, Mokhamad Suyamto menyampaikan bahwa harga beras akan mengalami penurunan seiring masuknya musim panen raya Meski demikian, penurunan harga beras masih berkisar Rp100 hingga Rp200 per kilogram.

“Mudah-mudah di dekat konsumen langsung turun (harga beras), sebetulnya telah terjadi penurunan tetapi sebetulnya masih belum signifikan, penurunannya masih Rp 100 hingga Rp200,” kata Suyamto dalam konferensi pers Peran BUMN dalam Ketersediaan Pangan di Bulan Ramadan, di Kementerian BUMN, dikutip dari Antara, Rabu (20/3/2024).

Sumyamto menyebut, tren penurunan harga beras tercermin dari menurunnya harga gabah kering panen di tingkat produsen. Saat ini, harga gabah kering panen menggapai Rp7.000 hingga Rp7.200 per kilogram dari pada mulanya Rp8.000 per kilogram.

(Sedangkan) harga beras di produsen, di penggilingan itu Rp12.800 hingga dengan Rp13.000 (per kilogram),” ujarnya.

Selain turunnya harga gabah kering panen. Pasokan beras ke pasar retail modern hingga pasar tradisional termasuk tetap bertambah yang diharapkan akan menghimpit harga menjual beras di tingkat konsumen.

“Dan pasokan ke retail modern berangsur-angsur telah mulai bertambah, ke pasar tradisional termasuk bertambah, sehingga harapannya harga beras akan makin lama terkendali,” pungkas Sumyamto.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, kenaikan harga beras terhadap Februari 2024 menjadi yang tertinggi dalam sejarah. Rata-rata kenaikan harga beras mendekati 20 prosen secara tahunan atau year on year (yoy).

Secara rinci, kebanyakan harga beras premium di penggilingan sebesar Rp14.525 per kilogram (kg) terhadap Februari 2024. Harga beras ini naik sebesar 6,31 prosen dibandingkan bulan sebelumnya.

Sedangkan harga beras kualitas medium di penggilingan sebesar Rp14.162 per kg terhadap Februari 2024. Harga beras ini naik sebesar 7,39 persen.

Untuk di tingkat eceran, harga beras menggapai Rp15.157 per kg terhadap Februari 2024. Harga beras berikut meningkat sebesar 5,28 prosen dibandingkan bulan pada mulanya sebesar Rp14.397 per kg.

Anda mungkin juga suka...