Rupiah
Berita Ekonomi

Rupiah Menguat, Posisi Investasi Internasional RI Bakal Terjaga?

Bank Indonesia (BI) membukukan posisi kewajiban neto investasi internasional Indonesia terhadap kuartal III/2023 melanjutkan tren penurunan, jadi US$252,6 miliar dari posisi kuartal di awalnya di angka US$253,8 miliar.

Ekonom Makroekonomi dan Pasar Keuangan LPEM FEB UI Teuku Riefky melihat, terhadap kuartal III/2023 yang penuh bersama ketidakpastian international dan penguatan dolar AS memengaruhi arus modal terlihat atau capital outflow.

Riefky menekankan, bahwa situasi serupa sbobet88 yang berjalan akibat ketegangan tensi geopolitik ini juga berjalan di mayoritas negara berkembang, bukan hanya Indonesia.

“Kuartal III/2023 capital outflow berjalan di mayoritas negara berkembang, ini tren global,” ujarnya.

Meski ketegangan international masih berlanjut, The Fed udah menambahkan sinyal pemangkasan suku bunga acuan terhadap 2024. Riefky memproyeksikan terhadap kuartal IV/2023, posisi investasi internasional Indonesia bakal terjaga seiring bersama rupiah yang lebih kuat.

“Kuartal IV/2023 kami punya rupiah yang udah lebih kuat, berarti tersedia capital inflow yang masuk. Harapannya di kuartal IV/2023 ini sebetulnya kami didalam posisi yang lebih baik lagi perihal kewajiban neto-nya, ini lumayan memengaruhi nilai ubah Indonesia,” lanjutnya.

Riefky menyatakan secara umum kewajiban neto mengindikasikan ada capital outflow agar situasi ini pertanda menurunnya sentimen investor terhadap pasar keuangan Indonesia, begitupun sebaliknya.

Baca juga:

China Kini Punya Kedai Kopi Lebih Banyak Ketimbang Amerika Serikat

Nasihat Robert Kiyosaki, Tinggalkan Deretan Investasi Ini!

Adapun, BI mencatat penurunan kewajiban neto berikut bersumber dari penurunan posisi Kewajiban Finansial Luar Negeri (KFLN) seiring bersama peningkatan posisi Aset Finansial Luar Negeri (AFLN).

Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono menyatakan posisi KFLN mengalami penurunan didorong aliran terlihat modal asing terhadap investasi portofolio seiring bersama meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global. Posisi KFLN Indonesia terhadap akhir kuartal III/2023 turun 0,1% (qtq) jadi US$716,8 miliar.

Penurunan berikut khususnya berasal dari turunnya posisi kewajiban investasi portofolio didalam wujud Surat Berharga Negara (SBN) dan surat utang swasta.

Sementara itu, posisi kewajiban investasi langsung dan investasi lainnya masih menunjukkan peningkatan seiring senantiasa terjaganya optimisme terhadap prospek perekonomian domestik.

“Perkembangan posisi KFLN juga tergoda oleh penguatan nilai ubah dolar AS terhadap mayoritas mata duit global, juga rupiah,” ujarnya didalam keterangan resmi.

Di sisi lain, posisi AFLN terhadap tercatat sebesar US$464,2 miliar, naik 0,1% (qtq), seiring bersama naiknya posisi aset investasi langsung, investasi portofolio, dan investasi lainnya didalam wujud surat utang dan pinjaman.

Sementara posisi aset cadangan devisa mengalami penurunan antara lain untuk pembayaran utang luar negeri pemerintah dan stabilisasi nilai ubah rupiah sebagai antisipasi dampak rambatan ketidakpastian pasar keuangan global.

“Peningkatan posisi AFLN tertahan oleh aspek perubahan lainnya perihal penguatan nilai ubah dolar AS terhadap sebagian mata duit negara penempatan aset,” kata Erwin.

Meskipun demikian, Erwin menegaskan bahwa Bank Indonesia bakal senantiasa memantau potensi risiko perihal kewajiban neto PII terhadap perekonomian.

Anda mungkin juga suka...