Pajak Hiburan Capai 75%
Berita Bisnis

Tujuh Saham Ini Bisa Rungkad Jika Pajak Hiburan Capai 75%

Baru-baru ini Pemerintah mendapat aksi protes berasal dari para pelaku bisnis atas konsep kenaikan tarif pajak hiburan yang terlampau tinggi sebesar 40% hingga 75%. Hal ini pasti terlampau memberatkan para pelaku bisnis dari permainan server myanmar slot yang bakal berdampak pada penurunan omset hingga harga saham.

Pengenaan pajak hiburan tersebut mengacu pada Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan pada Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah. UU tersebut menetapkan pajak barang dan jasa khusus (PBJT) seperti makanan dan minuman, jasa perhotelan, dan jasa kesenian paling tinggi 10%. Khusus tarif PBJT atas jasa hiburan diskotik, karaoke, kelab malam, bar, dan mandi uap atau spa, pajaknya ditetapkan paling rendah 40% dan paling tinggi 75%.

Diketahui, pemerintah daerah yang telah menerbitkan Perda pengenaan pajak hiburan 40% adalah kabupaten Badung, Bali, yang jadi berlaku efektif 1 Januari 2024. Begitu pula bersama dengan DKI Jakarta yang ketetapannya jadi berlaku 5 Januari 2024.

Namun, aturan baru tersebut mendapat komentar dari Ketua Bappilu PPP Sandiaga Uno, ia menilai perlunya pemerintah dan pelaku bisnis duduk bareng untuk mencari solusi terbaik.

“Ini yang harus banyak sosialisasi dan diskusi. Kita bakal tanya terkecuali 15 prosen kan sekarang telah diterima, nah ini harus diskusi. Makanya kami buat pelatihan ini agar pemerintah juga sanggup ngopi bersama dengan masyarakat, khususnya pebisnis kecil. Yang kala ini jadi bangkit tetapi kuatir bersama dengan beban pajak,” ujar Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) seusai menghadiri pelatihan barista kopi yang digelar PPP di Karangploso, Kabupaten Malang, Jumat (12/1/2024).

Meskipun pajak tersebut merupakan tipe pajak yang dipungut oleh pemerintah kabupaten/kota, yang pajaknya dibayarkan oleh costumer agar pelaku bisnis hanya memungut pajak yang telah ditetapkan. Namun tentunya hal ini bakal terlampau berdampak besar.

Jika harus mengeluarkan dana lebih banyak untuk dunia hiburan, maka tidak menutup barangkali terdapatnya penurunan pengunjung gara-gara cost bakal lebih mahal bagi konsumen. Sehingga berpotensi turunkan penghasilan berasal dari para pelaku bisnis dunia hiburan. Padahal pajak hiburan menjadi keliru satu penopang penerimaan pajak di daerah.

Dampak negatif juga bakal dirasakan oleh lebih dari satu kinerja harga saham yang punya bisnis klub malam, karaoke hingga minuman beralkohol. Minuman beralkohol sama juga menjadi menu sajian utama di dalam klub malam.

Anda mungkin juga suka...