Uncategorized

Udara Sultan Mahmud Badaruddin II Bidik Layani 2,7 Penumpang di 2024, Minta Penerbangan Internasional Dibuka

Udara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang membidik bisa melayani sebanyak 2,7 juta penumpang sepanjang tahun 2024 ini. Unsur penumpang penerbangan internasional digadang bisa mengerek sasaran ini.

Executive General Manager Udara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Iwan Winava Mahdar mengatakan sasaran itu bercermin pada kapasitas bandar udara yang menempuh 3,4 juta penumpang per tahun. Target yang dipasangnya itu seiring dengan pemulihan industri penerbangan Tanah Air.

Kita masih jauh dari kapasitas ya. Kapasitas artofhairpburg.com kita 3,4 juta per tahun, mungkin sasaran kami yaitu 2,7-2,8 juta (penumpang) untuk sasaran di tahun 2024 ini,\\” kata Iwan saat ditemui di Udara SMB II, Palembang, Sumatera Selatan, dikutip Sabtu (23/3/2024).

Dia menjelaskan, saat ini Udara SMB II baru melayani penerbangan dalam negeri. Penerbangan internasional dari bandar udara ini belum dibuka sejak adanya pembatasan saat pandemi Covid-19. Hanya ada penerbangan umroh yang dijalankan satu kali dalam sepekan.

\\”Ini mungkin agak akan lebih akselerasinya lebih tercapai jikalau entry point-nya juga dibuka lagi. Ini kita murni cuma dalam negeri loh,\\” pintanya.

Dia menyebut, penerbangan internasional akan cukup berakibat pada peningkatan pengunjung. Seperti halnya pada bandar udara di Padang dan Pekanbaru, Riau. Saat ini, penumpukan penerbangan internasional bergeser ke Batam.

\\”Jikalau ktia bandingkan dengan Pekanbaru, dengan Padang dan lain sebagainya, kita cuma selisih 2 persen dari pertumbuhan growth penumpangnya. Sehingga kita bayangkan jikalau kita dibuka internasional. Jikalau kita dibuka internasional pasti ktia telah bisa menambah lagi dari trafiknya itu,\\” bebernya.

Pulih 77 Persen

Iwan mengatakan, dengant sasaran tadi baru sepadan sekitar 77 persen dari tingkat penumpang selama sebelum pandemi Covid-19. Kemudian, ada sejumlah elemen lainnya yang juga berakibat pada kurang atraktifnya pertumbuhan penumpang.

Pertama, kurangnya akses tol menuju Udara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang. Kedua, kesiapan armada dari maskapai yang melayani penerbangan ke Palembang dan sebaliknya.

Ketiga, harga karcis pesawat yang cukul tinggi yang memberi pengaruh atensi masyarakat menggunKak pesawat terbang. Meskipun diakuinya harga karcis masih ada di rentang Biaya Batas Atas (TBA) dan Biaya Batas Bawah (TBB).

Dan yang paling penting ada dampak dari event-event nasional yang diselenggarakan oleh pemerintah pusat ataupun provinsi yang dijalankan di sini,\\” kata dia.

\\”Jikalau tak ada event nasional memang agak sulit menerima angka itu (sasaran 2,7 juta penumpang). Karena kita tahu Sumsel itu kan bukan tourism ya, bukan seperti Bali, bukan seperti Jogja,\\” pungkasnya.

Anda mungkin juga suka...